Jakarta · Sabtu, 15 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ancaman Karthutla 2026 Meningkat, Polri Siagakan Ribuan Personel

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) bersama Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, Basarnas, dan Kementerian Lingkungan Hidup. Rapat yang dipimpin Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo ini membahas kesiapan menghadapi ancaman karhutla seiring fenomena El Nino dan puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026. Polri menyiagakan 48.368 personel Sabhara dan 23.360 personel Brimob untuk mempercepat respons terhadap situasi darurat.

Sejumlah langkah antisipatif telah dilakukan, termasuk 168.500 kegiatan patroli darat dan perairan bersama TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, dan masyarakat. Polri juga memanfaatkan drone untuk mendeteksi titik api serta mengoperasikan command center di Riau, Jambi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan yang terhubung dengan sistem BNPB dan Basarnas untuk pemantauan real time. Empat helikopter water bombing juga disiapkan untuk wilayah prioritas.

Berdasarkan data, luas lahan terdampak karhutla saat ini mencapai sekitar 107.465 hektare dengan lima wilayah titik panas tertinggi di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Sulawesi Selatan. Wakapolri menekankan penerapan prinsip 5M (man, money, method, material, machine) dan pendataan ulang sumber air seperti embung dan kanal sebagai langkah mitigasi berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait