Antisipasi Kebutuhan Rp 7.400 T pada 2026, Pemerintah Genjot Diversifikasi Pembiayaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen secara tahunan. Pemerintah memproyeksikan kebutuhan pembiayaan ekonomi nasional mencapai Rp 7.400 triliun pada 2026 dan Rp 9.200 triliun pada 2029. Untuk menghadapi kebutuhan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk pengembangan instrumen seperti Panda Bond dan Samurai Bond. Kepercayaan investor tetap solid di tengah perolehan peringkat investment grade dari lembaga pemeringkat internasional. Obligasi Panda Indonesia mendapatkan rating AAA dari Lianhe Credit Rating. Pasar modal bersama OJK mengembangkan Exchange Traded Fund (ETF) emas untuk memperdalam likuiditas pasar keuangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 10.10
Cara Beli ETF Emas, Lengkap dengan Tickernya
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.32
Mengenal ETF Emas, Keunggulan dan Cara Belinya
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 21.20
Kemenkeu Minta Pasar Modal Biayai 91 Persen Investasi RI 2027
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.20
OJK: ETF Emas Ditopang Emas Fisik Bernilai Setara
Berita terkait
Ini Dua Kriteria Utama DBS Nilai Proyek Otomotif Layak Dibiayai
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.05
Tips MotionTrade: Mengenal ETF Emas di Pasar Modal
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 11.27
Alam Sutera Group Gelar Pameran Tawarkan Beragam Hunian Bagi Masyarakat
JawaPos · 9 September 2026 pukul 07.45
Investasi Emas Makin Beragam, ACC Danaku Hadirkan Pilihan Cicil Emas Antam
JawaPos · 8 September 2026 pukul 20.45