Kemenkeu Minta Pasar Modal Biayai 91 Persen Investasi RI 2027
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan mendorong pasar modal untuk menyumbangkan 91 persen dari total kebutuhan investasi Indonesia pada 2027. Dalam APBN 2027, kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp8.705 triliun, tetapi APBN hanya dapat menanggung Rp459 triliun (5 persen). Sisanya akan ditanggung oleh BUMN (Rp330 triliun) dan sebagian besar dari pasar modal swasta (Rp7.973 triliun). Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menekankan bahwa pasar modal perlu menjadi lebih dalam, likuid, dan kredibel agar dapat memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah juga meluncurkan Exchange Traded Fund (ETF) emas sebagai langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan domestik dan menarik lebih banyak investor. Juda menegaskan bahwa inovasi produk keuangan harus selalu diiringi dengan integritas, transparansi, dan perlindungan investor yang kuat agar pasar keuangan tetap kredibel dan kompetitif di tingkat regional maupun global.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 12.36
Kebutuhan Investasi 2027 Sentuh Rp 8.705 Triliun
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 12.21
Wamenkeu Juda: Aset ETF Emas Global Tembus Rp 9.949 Triliun
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 09.33
Wamenkeu Juda: ETF Emas Jadi Langkah Pendalaman Pasar Modal
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.20
OJK: ETF Emas Ditopang Emas Fisik Bernilai Setara
Berita terkait
Pemerintah Tarik Utang Baru Rp506 Triliun hingga Agustus 2026
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 21.58
Bukan Sekadar Ganti Figur, Pasar Tunggu Kepastian Arah Fiskal Menkeu Suahasil
SINDOnews · 15 September 2026 pukul 07.25
Bank Mandiri: Dividen interim Rp6,16 triliun cerminkan keyakinan fundamental
ANTARA News · 7 September 2026 pukul 20.10
Asing Serbu Saham-SBN, Investor Pasar Modal RI Tembus 31 Juta
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 14.31