Antonio Guterres Dorong PBB Jadi Garda Terdepan Hadapi Masalah Global
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir 2026. Dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Guterres menekankan peran penting organisasi tersebut sebagai forum utama dalam menghadapi tantangan global. Saat ini, PBB tengah mempersiapkan transisi kepemimpinan di bawah arahan Presiden Sidang Khalilur Rahman, meskipun organisasi sedang menghadapi krisis likuiditas akibat keterlambatan pembayaran biaya keanggotaan oleh beberapa negara.
Selain isu suksesi, sidang ini membahas berbagai konflik geopolitik kritis. Guterres menyoroti eskalasi militer Israel di Libanon yang menghancurkan rumah sakit dan menyebabkan 20.000 warga mengungsi dari Nabatieh. Laporan OHCHR juga memperingatkan adanya potensi pembersihan etnis di Tepi Barat, yang memicu krisis pengungsian terbesar sejak 1967. Di sisi lain, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi pembaruan peta dunia untuk mengoreksi distorsi ukuran Afrika pada proyeksi Mercator.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 9 September 2026 pukul 15.30
Sidang ke-81 Majelis Umum PBB Fokus Pulihkan Kepercayaan Terhadap Multilateralisme
Berita terkait
Sekjen PBB sebut reformasi Dewan Keamanan tak terhindarkan
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 09.33
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Reformasi UN80
Media Indonesia · 4 September 2026 pukul 23.10
Rusia Tuding NATO Punya Rencana Rahasia Lemahkan PBB
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 20.52
Antonio Guterres Desak Pengesahan Larangan Uji Nuklir, Berlakukan CTBT
VOI · 30 Agustus 2026 pukul 00.01