Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Anwar Abbas Serukan Partai Oposisi Kuat, Sebut Demokrasi Tanpa Oposisi Hambar

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas menyerukan pentingnya partai oposisi yang kuat dalam demokrasi Indonesia. Menurutnya, tanpa oposisi yang berfungsi, kehidupan berdemokrasi akan kehilangan makna dan rakyat tidak tercerdaskan oleh perdebatan gagasan. Anwar menjelaskan bahwa perbedaan pandangan dalam kebangsaan merupakan hal alamiah, namun perbedaan kepentingan terkait politik dan kekuasaan menjadi paling sulit diselesaikan. Ia menekankan bahwa negara dengan demokrasi mapan memiliki partai penguasa dan oposisi yang saling berjuang melalui mekanisme demokrasi, namun harus tetap menjunjung konstitusi, hukum, moral, dan etika.

Anwar membandingkan kondisi demokrasi saat ini dengan masa Orde Baru, di mana kekuasaan terpusat pada satu kelompok dan oposisi tidak memiliki kebebasan. Akibatnya, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme merajalela hingga akhirnya rakyat turun ke jalan dan rezim jatuh. Ia menilai kondisi reformasi kini hampir mirip dengan Orde Baru, di mana praktik KKN semakin merajalegak dan kekuasaan terpusat pada koalisi partai penguasa. Dampaknya, hampir tidak ada perbedaan gagasan yang muncul sebagai antitesa dari kebijakan rezim.

Anwar menyoroti bahwa DPR tidak lagi menjadi ajang tukar menukar pandangan karena sistemnya dibuat untuk tidak mendukung peran oposisi. Fraksi-fraksi di DPR, menurutnya, sudah menjadi bagian dari rezim yang berkuasa, sehingga rakyat tidak tercerdaskan oleh perdebatan antar-partai. Akibatnya, masyarakat tidak melihat sintesa yang lebih baik, dan partai penguasa tidak menampilkan kebijakan yang benar-benar lebih baik dan teruji.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait