Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Apakah Erupsi Gunung Anak Krakatau Mirip 2018? Ini Kata Badan Geologi

Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menimbulkan kekhawatiran setelah abu vulkanik menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, memicu perbandingan dengan bencana tsunami 2018. Namun, Badan Geologi Kementerian ESDM menegaskan kondisi gunung api tersebut saat ini berbeda dengan sebelum tsunami 2018. Dimensi tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca-erupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan skala besar yang dapat memicu tsunami.

Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III (Siaga) dengan radius rekomendasi 3 kilometer dari pusat aktivitas. Badan Geologi menyatakan bahwa peningkatan aktivitas tidak ditentukan hanya dari satu erupsi atau video, tetapi dari berbagai parameter pemantauan yang dilakukan secara visual dan instrumental oleh PVMBG.

Badan Geologi juga menjelaskan penyebaran abu vulkanik yang dipengaruhi oleh ukuran partikel, arah, dan kecepatan angin. Material abu halus dapat terangkut ke atmosfer dan tersebar jauh. Badan Geologi menyarankan pembatasan aktivitas di luar ruangan dan penggunaan masker serta kacamata saat berada di luar, terutama saat hujan abu cukup pekat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait