Apakah Hujan Buatan Mengandung Zat Bahaya? Kok Airnya Kotor? Ini Kata BMKG
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG memastikan air hujan hasil modifikasi cuaca tidak berbahaya. Bahan pembenih yang digunakan adalah garam dapur (NaCl) atau KCl kualitas food-grade yang bersifat non-toksik dan digunakan dalam dosis sangat kecil. Hasil uji laboratorium menunjukkan air hujan tersebut bersifat netral hingga basa.
Kondisi air hujan yang terlihat kotor pada bilasan pertama disebabkan oleh partikel debu, polusi kendaraan, dan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di atmosfer. BMKG menegaskan bahwa air hujan, baik alami maupun buatan, menyapu polutan tersebut saat jatuh ke bumi, sehingga kekotoran air bukan berasal dari bahan pembenih awan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 17.40
Apakah Air Hujan Buatan Hasil Modifikasi Cuaca Berbahaya? Ini Faktanya
Berita terkait
BMKG Sebut Hujan di Jabodetabek Akhir Pekan Lalu Hasil Modifikasi Cuaca
Detik.com · 22 September 2026 pukul 12.31
Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca, Jakarta Diguyur Hujan Buatan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 18.14
BMKG Siap 'Bikin Hujan' di Jakarta Saat Kemarau Panjang, tapi Ada Syaratnya
Detik.com · 29 Juli 2026 pukul 01.12
BPBD DKI: OMC di Jakarta Bakal Dilaksanakan hingga 22 September
Detik.com · 20 September 2026 pukul 17.14