BMKG Siap 'Bikin Hujan' di Jakarta Saat Kemarau Panjang, tapi Ada Syaratnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk menekan dampak kemarau panjang di Jakarta. Namun, pelaksanaannya bersifat situasional dan bergantung pada ketersediaan awan. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan OMC dilakukan jika Jakarta mengalami hari tanpa hujan yang cukup panjang, bekerja sama dengan BPBD DKI Jakarta. Tanpa awan, hujan buatan tidak bisa dilakukan.
Selain OMC, BMKG juga memasang Ground Based Generator (GBG) di sejumlah gedung tinggi di Jakarta. Teknologi ini melepaskan uap air atau flare saat ada awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Langkah ini juga bertujuan menjaga kualitas udara, yang biasanya memburuk jika hujan tidak turun selama 2–3 minggu. Dengan demikian, hujan buatan menjadi salah satu upaya mengatasi kemarau dan polusi udara di Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 29 Juli 2026 pukul 11.21
Jakarta Siap Lakukan Modifikasi Cuaca jika Kemarau Panjang
ANTARA News · 30 Juli 2026 pukul 15.34
Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
CNN Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 00.30
BMKG Ungkap Jurus Ubah Cuaca Panas Jadi Adem di Jakarta
ANTARA News · 30 Juli 2026 pukul 15.27
Pemerintah intensifkan modifikasi cuaca, cegah karhutla dan kekeringan
Berita terkait
Apakah Hujan Buatan Mengandung Zat Bahaya? Kok Airnya Kotor? Ini Kata BMKG
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.42
BMKG Sebut Hujan di Jabodetabek Akhir Pekan Lalu Hasil Modifikasi Cuaca
Detik.com · 22 September 2026 pukul 12.31
El Nino Diprediksi Berlangsung hingga Awal Tahun 2027, Pramono Perintahkan Jajaran Siapkan Mitigasi
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 10.38
BMKG: Hujan di Jakarta Kemarin Bukan karena Modifikasi Cuaca
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.07