APBD DKI Turun Rp 2 Triliun, Anggaran Makan hingga Seminar Dipangkas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2835982/original/039267800_1561363292-target-penerimaan-pajak-dki-rp-441-triliun-baru-tercapai-136-triliun.jpg)
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2026 turun dari sekitar Rp 81 triliun menjadi Rp 79 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh tidak tercapainya target penerimaan pajak dan fluktuasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat. Untuk menjaga keberlanjutan anggaran, Pemprov DKI Jakarta melakukan efisiensi pada pos belanja yang dianggap tidak langsung mendukung layanan dasar masyarakat.
Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menyatakan bahwa anggaran untuk makan dan minum, kunjungan resmi, hingga seminar akan dipangkas. Menurutnya, pengurangan tersebut dianggap wajar karena tidak berdampak signifikan pada kinerja pelayanan Pemprov DKI kepada masyarakat.
Meski melakukan efisiensi, DPRD DKI menekankan agar penurunan anggaran tidak mengganggu layanan dasar di sektor pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kepentingan utama masyarakat tetap terpenuhi meski menghadapi kendala keuangan.
Bagikan
Berita terkait
Mendagri Siapkan 3 Langkah Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 22.19
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Atasi Kendala Gaji Pegawai Pemda
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 22.01
Prabowo Beberkan Alasan Investasi Besar-besaran Demi Mitigasi Bencana
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 11.00
Hemat Uang, Prabowo Tolak Ajang Internasional Digelar di Indonesia
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 01.30