Arab Saudi Pusing Tujuh Keliling Hadapi Houthi, Maju Kena-Mundur Kena
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi berada dalam situasi sulit menghadapi kemajuan cepat dan serangan kelompok Houthi di Yaman. Setiap pilihan yang diambil Riyadh akan membawa konsekuensi dan kerugian besar. Riyadh menegaskan tidak ingin perang habis-habisan, namun agresivitas Houthi yang didukung Iran berisiko menyeret Saudi ke dalam konflik yang lebih luas. Eskalasi terbaru dipicu oleh keberhasilan Houthi merebut Pulau Perim strategis di mulut Laut Merah dan kota pelabuhan Mocha, yang bertujuan menguasai Selat Bab al-Mandeb sebagai rute energi utama global. Selain itu, pipa minyak utama Arab Saudi ditutup setelah diserang oleh drone dari wilayah Irak, yang disangkakan dibalangi Iran. Serangan ini memperkuat kekhawatiran Saudi tentang serangan terkoordinasi dari berbagai front oleh milisi proksi Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 19.01
Pemberontak Houthi Serang Pangkalan Udara Arab Saudi
Detik.com · 13 September 2026 pukul 11.25
Houthi Kembali Serang Arab Saudi, 2 Orang Terluka
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 07.37
Pangeran Mohammed bin Salman Minta Bantuan AS untuk Serang Houthi, tapi Amerika Menolak
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 04.40
4 Alasan Kemajuan Pesat Houthi di Yaman Jadi Titik Balik PerangTimur Tengah
Berita terkait
Siapa Saja Aktor Utama yang Terlibat Perang Yaman?
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 10.31
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52
Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 01.10
Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi Kehilangan Sejumlah Wilayah saat Lawan Houthi
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 17.23