Pangeran Mohammed bin Salman Minta Bantuan AS untuk Serang Houthi, tapi Amerika Menolak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) Arab Saudi mengirimkan dua panggilan telepon ke Presiden AS Donald Trump pada Kamis, meminta Washington melancarkan serangan militer langsung terhadap kelompok Houthi di Yaman. Namun, Trump menolak permintaan tersebut, dengan para pejabat AS menyatakan tidak ada rencana untuk membuka front konflik baru. Sebaliknya, AS hanya akan memberikan dukungan intelijen dan data penargetan. Pemberntakan Houthi yang didukung Iran berhasil menguasai pulau di Laut Merah, menandai keberhasilan mereka dalam memperkuat posisi di Selat Bab al-Mandeb, jalur pelayaran kritis dunia. Karena hal ini, Riyadh semakin mendesak dukungan AS, namun Washington tetap fokus pada perlindungan kepentingan keamanan utama seperti kebebasan navigasi di Laut Merah dan menjaga stabilitas Iran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 September 2026 pukul 22.23
Janji Trump ke Arab Saudi Usai Tolak Serang Houthi
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 15.30
Houthi Rebut Satu Pulau, Arab Saudi Minta Tolong AS
Detik.com · 12 September 2026 pukul 10.46
Tolak Serang Houthi, Trump Janjikan Dukungan Intelijen AS ke Arab Saudi
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 21.08
Belum Kuasai Selat Hormuz, Trump Tolak Ajakan Arab Saudi Serang Houthi di Yaman
Berita terkait
Siapa Saja Aktor Utama yang Terlibat Perang Yaman?
SINDOnews · 12 September 2026 pukul 10.31
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52
Pasukan Pro-Saudi Siap Rebut Ibu Kota Yaman yang Dikuasai Houthi, Ini 5 Faktanya
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 01.10
Pasukan Yaman yang Didukung Arab Saudi Kehilangan Sejumlah Wilayah saat Lawan Houthi
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 17.23