AS Akan Kirim 19 Kapal Selam di Sekitar Wilayah China
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Angkatan Laut AS mengumumkan perubahan besar: 19 kapal selam serang bertenaga nuklir kelas Virginia yang direncanakan akan diklasifikasikan ulang sebagai kapal selam berpeluru kendali (SSGN). Kapal-kapal itu akan dilengkapi Virginia Payload Module (VPM), bagian sepanjang 84 kaki yang menambah 28 sel peluncur rudal, sehingga total menjadi 40 sel per kapal. Sel tersebut dapat memuat rudal Tomahawk atau kendaraan hipersonik. Menurut analis, kombinasi siluman dan rudal hipersonik memungkinkan kapal menembus pertahanan rudal China dan beroperasi di dekat 'rantai pulau pertama', dari Jepang hingga Filipina. Rudal hipersonik juga sulit dicegat dan memperpendek waktu reaksi lawan.
Pengumuman ini muncul saat Angkatan Laut mulai memensiunkan empat kapal selam SSGN kelas Ohio. Kapal-kapal itu, yang dikonversi dari kapal rudal balistik setelah Perjanjian START II 1993, masing-masing mampu membawa hingga 154 rudal Tomahawk. USS Georgia mulai dinonaktifkan bulan lalu, dan tiga kapal lain menyusul dalam beberapa tahun. Submarine Industrial Base Council memperkirakan pemensiunan ini mengurangi kemampuan serangan bawah laut AS hingga 60%. Kapal SSGN kelas Virginia pertama baru bergabung dengan armada pada 2029, dan yang terakhir pada 2038, sehingga ada potensi penurunan kemampuan serangan rudal pada masa transisi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 9 Agustus 2026 pukul 21.30
Taiwan Siapkan 'Neraka Drone' untuk Gagalkan Invasi China
Berita terkait
China Gunakan Bintang di Langit untuk Memandu Rudal Hipersoniknya
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 13.09
Ini Titik Lemah Armada Kapal Induk China, Bisa Dimanfaatkan AS dan Sekutunya
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 11.38
Taktik China Menantang Dominasi Amerika
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.21
Trump Minta Kapal Induk AS Balik Pakai Teknologi Jadul, Kenapa?
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 20.15