Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Taiwan Siapkan 'Neraka Drone' untuk Gagalkan Invasi China

Taiwan mempercepat pembangunan armada drone udara dan kapal tanpa awak untuk menghadapi potensi invasi China. Strategi yang terinspirasi pengalaman Ukraina ini disebut hellscape atau 'neraka drone', yaitu gelombang drone, rudal, dan artileri untuk mendeteksi serta menyerang pasukan China sebelum mereka menguasai Taiwan. Letnan Jenderal Huang Wen-chi mengakui program drone Taiwan sempat terlambat, tetapi dalam dua tahun terakhir mulai berubah, termasuk dengan memasukkan drone dan penangkal drone ke dalam latihan militer tahunan Han Kuang.

Taiwan menargetkan produksi 100.000 drone per bulan pada 2030, sekitar separuhnya untuk ekspor. Untuk kebutuhan pertahanan, pemerintah ingin memiliki lebih dari 210.000 drone udara dan laut. Pemerintah mengusulkan anggaran sekitar US$6,5 miliar atau Rp115,7 triliun selama lima tahun, sedangkan oposisi mengajukan US$7,4 miliar atau Rp131,7 triliun selama enam tahun. Ekspor drone Taiwan pada kuartal I-2026 mencapai US$115 juta atau sekitar Rp2,05 triliun, melampaui total ekspor sepanjang 2025.

Analis juga menekankan bahwa perang drone butuh perubahan organisasi, pelatihan, dan doktrin militer, bukan sekadar menambah perangkat. Sementara itu, China tidak tinggal diam dan mengembangkan teknologi untuk mendeteksi serta menghancurkan drone lawan. Taiwan juga membangun rantai pasok drone domestik agar tidak bergantung pada pihak luar jika terjadi blokade.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait