Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Diam-Diam "Interogasi" Anggota NATO, Loyalitas Sekutu Trump Diuji

Pentagon dilaporkan menguji loyalitas politik negara-negara anggota NATO terhadap agenda Presiden AS Donald Trump melalui kuesioner tiga halaman berjudul Questions for NATO Allies & Other Key Stakeholders. Dokumen itu menanyakan keselarasan sekutu dengan kebijakan luar negeri Washington, termasuk dukungan publik terhadap prioritas kebijakan AS serta keselarasan dengan pendekatan "kuat, jelas, dan tenang" yang disebut Menteri Pertahanan Pete Hegseth di Dialog Shangri-La pada Mei.

Kuesioner diyakini memandu komunikasi pejabat AS dengan mitra NATO dalam tinjauan Pentagon selama enam bulan terhadap keberadaan pasukan Amerika di Eropa. Bloomberg sebelumnya melaporkan sebagian isi, sementara Al Jazeera memperoleh dokumen lengkap. Pertanyaan paling sensitif menyinggung akses militer AS, yaitu apakah sekutu membatasi akses ke pangkalan dan penerbangan militer serta kesediaan mengurangi atau menghilangkan pembatasan tersebut. Sejumlah negara Eropa menerapkan pembatasan setelah perang AS-Israel terhadap Iran pecah pada 28 Februari.

Seorang pejabat pertahanan senior NATO yang anonim menilai Pentagon mencampur urusan aliansi dengan operasi militer sepihak AS di luar kawasan dan menyatakan NATO tidak terkait dengan Timur Tengah. Kuesioner juga menyinggung konsep "NATO 3.0" yang mendorong Eropa mengambil porsi pertahanan lebih besar dengan dukungan AS lebih terbatas. Mantan Wakil Asisten Menteri Pertahanan Jim Townsend menyebut isu loyalitas kerap muncul dalam hubungan Washington dengan sekutunya. Banyak negara Eropa memandang konflik Iran bukan otomatis perang NATO dan lebih memilih diplomasi, gencatan senjata, dan de-eskalasi.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait