Trump Ancam Negara yang Bantu Iran, Seberapa Ampuh Sanksi AS?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menerapkan sanksi ekonomi besar-besaran terhadap negara-negara yang masih menjalin hubungan dagang dengan Iran. Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump menyebut langkah ini sebagai operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan AS terhadap sebuah negara. Menanggulangi ancaman ini, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menilai pernyataan Trump hanyalah upaya mengalihkan perhatian dari krisis internal AS seperti utang yang membengkak dan lonjakan biaya bunga.
Sebagai anggota OPEC, minyak mentah menjadi sumber pendapatan terpenting Iran. Sebelum konflik memanas, Iran mampu mengekspor 1,3 hingga 1,5 juta barel per hari dengan pendapatan mencapai US$3,45 miliar per bulan. Namun, eskalasi militer dan penutupan Selat Hormuz pada Maret lalu oleh AS berdampak signifikan. Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, melaporkan bahwa nilai ekspor non-minyak Iran pada periode 21 Maret hingga 16 Agustus mencapai US$15 miliar, sementara impor mencapai US$17 miliar. Total perdagangan Iran mengalami penurunan sebesar 24% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meskipun Uni Emirat Arab (UEA) telah mengumumkan embargo terhadap Iran, sejumlah negara seperti Tiongkok, Turki, dan Pakistan tetap mempertahankan hubungan dagang. Tiongkok khususnya masih menjadi mitra utama ekspor minyak Iran, dengan volume mencapai 1,7 juta barel per hari melalui jalur informal. Pakar hukum internasional menjelaskan bahwa secara hukum, AS tidak memiliki kewenangan untuk memberlakukan embargo total tanpa otorisasi Dewan Keamanan PBB. Sanksi sepihak hanya dapat membatasi penggunaan lembaga keuangan dan sistem dolar AS. Prediksi, upaya Trump untuk mengisolasi Iran secara total akan menghadapi hambatan di tingkat multilateral karena hak veto yang dimiliki oleh Rusia dan Tiongkok sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Harga Minyak Terbang Usai Menteri Keuangan AS Ancam Iran
Detik.com · 24 Agustus 2026 pukul 12.45
Tingkatkan Tekanan, AS Deklarasikan 'Economic D-Day' terhadap Iran
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 23.47
Iran Tak Akan Biarkan Setetes Pun Minyak Keluar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 18.24
Trump Sebut Iran Belum Siap Membuat Kesepakatan yang Tepat
Berita terkait
Trump Klaim Iran Setop Rencana Kembangkan Senjata Nuklir
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 15.25
Trump Bikin Iran Makin Panas, Harga Minyak Tembus US$ 103 per Barel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.39
Harga Minyak Dunia Kembali Naik Usai Trump Bantah Kelonggaran Sanksi Iran
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 08.55
Harga Minyak Dunia Melesat 1,27% usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
CNN Indonesia · 28 September 2026 pukul 09.56