AS Diam-Diam Temui Houthi, Arab Saudi Pasrah Ditinggal Perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pejabat AS melakukan pertemuan rahasia dengan Houthi di Muscat, Oman, yang berujung pada keputusan Washington untuk tidak memberikan dukungan militer langsung ke Arab Saudi dalam konflik Yaman. Houthi berjanji bahwa gencatan senjata 2025 masih berlaku dan tidak akan menyerang kapal AS di Laut Merah, hanya menargetkan kapal terkait Saudi. Wakil Presiden AS JD Vance membuka-buka konfirmasi kontak langsung ini, sementara Presiden Trump menolak memberikan respons militer untuk membela Riyadh. AS lebih memilih mundur lantaran tengah kewalahan menghadapi konflik dengan Iran. Keengganan AS ini memaksa Arab Saudi untuk mencari solusi diplomatik atau membangun aliansi baru dengan Pakistan dan Turki. Mantan Duta Besar AS untuk Yaman, Nabeel Khoury, menyatakan bahwa Houthi berjanji tidak akan mengganggu navigasi internasional di Laut Merah, namun tetap menargetkan kapal Saudi atau pembawa minyak Saudi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 17 September 2026 pukul 08.30
AS Disebut Telah Bertemu Perwakilan Houthi di Oman
SINDOnews · 17 September 2026 pukul 07.20
Houthi Rilis Video Jet Tempur F-15 Arab Saudi Ditembak Jatuh, Sangkal Serang Makkah
Detik.com · 17 September 2026 pukul 05.35
Houthi Sebut Saudi Lancarkan 40 Serangan Udara di Yaman dalam Sehari
kumparan · 17 September 2026 pukul 02.49
Saudi Disebut Lancarkan 40 Serangan Udara ke Yaman dalam Sehari
Berita terkait
Janji Trump ke Arab Saudi Usai Tolak Serang Houthi
Detik.com · 12 September 2026 pukul 22.23
Tolak Serang Houthi, Trump Janjikan Dukungan Intelijen AS ke Arab Saudi
Detik.com · 12 September 2026 pukul 10.46
Arab Saudi Ancam Konsekuensi Besar Usai Serangan Houthi
Detik.com · 9 September 2026 pukul 09.52
IRGC Sebut Arab Saudi Tak akan Mampu Bendung Kelompok Houthi Yaman
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 20.28