AS-Iran Kembali Lancarkan Serangan, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih 3%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia melonjak 3,5% pada Senin (31/8) setelah Amerika Serikat menyerang pulau di Iran di Selat Hormuz dan Iran melaporkan serangan balasan. Kontrak minyak Brent naik USD3,15 menjadi USD91,25 per barel, sementara WTI naik USD2,96 menjadi USD86,36 per barel. Serangan ini menjadi yang pertama dilakukan AS terhadap Iran sejak akhir Juli, dengan Iran mengklaim menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania.
Analis UBS Giovanni Staunovo menyatakan bahwa ketegangan militer baru di Timur Tengah dan kekhawatiran gangguan pasokan minyak mendorong kenaikan harga. Selat Hormuz menjadi titik kritis karena merupakan jalur utama transportasi minyak global.
Pasar kini menantikan apakah situasi akan membaik atau semakin membesar, sementara kekhawatiran terhadap potensi gangguan lebih lanjut terhadap perdagangan minyak melalui Selat Hormuz terus berkembang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 09.15
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$89 Usai AS Serang Pulau Larak Iran
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 07.47
AS Bombardir Pulau Larak Iran, 2 Peluncur Rudal Teheran Hancur
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 13.12
Perang Iran-AS Makin Memanas, Militer Iran Klaim Serang Pangkalan AS di UEA
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 13.00
Iran Juga Serang Fasilitas Militer AS di Yordania
Berita terkait
Ekonomi Dunia Bisa Gawat! AS Mau Bikin Ulah Lagi, Iran Balik Mengancam
CNBC Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 06.15
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25
Trump Klaim Pegang Kendali Selat Hormuz, Jutaan Barel Minyak Melintas
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 15.21
AS Tolak Hidupkan Kembali Kesepakatan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih 2%
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 08.02