Jakarta · Selasa, 25 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ekonomi Dunia Bisa Gawat! AS Mau Bikin Ulah Lagi, Iran Balik Mengancam

Amerika Serikat (AS) bersiap meluncurkan serangan finansial terbesar dalam sejarahnya terhadap Iran, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan sanksi baru yang lebih berat pada Senin (24/08/2026). Sanksi ini akan menargetkan langsung negara-negara mitra dagang Iran yang terlibat dalam ekonomi dan sistem keuangan Teheran. Iran menanggapi ancaman ini dengan janji akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari Teluk jika sanksi dilanjutkan, termasuk melalui Selat Hormuz. Sekretaris Dewan Keamangan Nasional Iran Mohsen Rezaei menyatakan bahwa partisipasi negara manapun terhadap sanksi AS akan dianggap sebagai tindakan perang.

China yang secara historis menerima sebagian besar impor minyaknya dari wilayah Teluk sempat mendesak untuk bekerja sama dengan AS, namun juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menolak strategi sanksi AS dan menyerukan kelanjutan diplomasi. Upaya mediasi juga sedang digerakkan, dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dijadwalkan mengunjungi Teheran untuk membahas ancaman sanksi baru tersebut.

Konflik ini berakar dari serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang telah menewaskan ribuan orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon, hingga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Di sisi lain, 18 personel militer AS tewas dan lebih dari 750 terluka. Meski masih menyimpan kemampapan rudal dan drone, Iran berada dalam kondisi lemah akibat sanksi internasional, inflasi tinggi, dan krisis energi. Para pejabat Iran memperingatkan bahwa sanksi lebih berat berisiko meningkatkan penderitaan rakyat dan mengikis legitimasi pemerintah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait