Ekonomi Dunia Bisa Gawat! AS Mau Bikin Ulah Lagi, Iran Balik Mengancam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Amerika Serikat (AS) bersiap meluncurkan serangan finansial terbesar dalam sejarahnya terhadap Iran, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan mengumumkan sanksi baru yang lebih berat pada Senin (24/08/2026). Sanksi ini akan menargetkan langsung negara-negara mitra dagang Iran yang terlibat dalam ekonomi dan sistem keuangan Teheran. Iran menanggapi ancaman ini dengan janji akan menghentikan seluruh ekspor minyak dari Teluk jika sanksi dilanjutkan, termasuk melalui Selat Hormuz. Sekretaris Dewan Keamangan Nasional Iran Mohsen Rezaei menyatakan bahwa partisipasi negara manapun terhadap sanksi AS akan dianggap sebagai tindakan perang.
China yang secara historis menerima sebagian besar impor minyaknya dari wilayah Teluk sempat mendesak untuk bekerja sama dengan AS, namun juru bicara Kedutaan Besar China di Washington menolak strategi sanksi AS dan menyerukan kelanjutan diplomasi. Upaya mediasi juga sedang digerakkan, dengan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir dijadwalkan mengunjungi Teheran untuk membahas ancaman sanksi baru tersebut.
Konflik ini berakar dari serangan militer AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang telah menewaskan ribuan orang, sebagian besar di Iran dan Lebanon, hingga menewaskan Ayatollah Ali Khamenei. Di sisi lain, 18 personel militer AS tewas dan lebih dari 750 terluka. Meski masih menyimpan kemampapan rudal dan drone, Iran berada dalam kondisi lemah akibat sanksi internasional, inflasi tinggi, dan krisis energi. Para pejabat Iran memperingatkan bahwa sanksi lebih berat berisiko meningkatkan penderitaan rakyat dan mengikis legitimasi pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 21.38
Iran Bersumpah akan Lawan Tekanan Ekonomi AS
SINDOnews · 24 Agustus 2026 pukul 16.44
Iran Ancam Hentikan Seluruh Ekspor Minyak di Timur Tengah, AS Justru Luncurkan D-Day Ekonomi
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 05.00
Mencekik Iran, AS Tercekik
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 14.15
Iran Ancam Negara yang Ikut Sanksi AS: Akan Kami Anggap Musuh
Berita terkait
China Tak akan Tunduk pada Tekanan AS untuk Berhenti Beli Minyak Iran
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 19.31
AS Ultimatum Sekutu dan China: Dukung Isolasi Ekonomi Iran atau Hadapi Konsekuensi
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.53
Trump Ancam Negara Pendukung Iran, Teheran Sebut AS Telah Gagal
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 11.02
Harga Minyak Dunia Fluktuatif Usai AS Ancam Sanksi Terberat untuk Iran, Brent Tembus USD 93
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 09.46