Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

AS Kembali Serang Iran, Trump Ancam Balas Lebih Keras jika Diserang Balik

Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke beberapa target di Iran pada Selasa (1/9), termasuk di wilayah selatan seperti Provinsi Kerman dan sekitar Selat Hormuz. Serangan ini merupakan lanjutan dari serangan sebelumnya pada Minggu (30/8), yang diikuti dengan serangan balasan Iran terhadap posisinya di Yordania dan Uni Emirat Arab (UEA). Televisi pemerintah Iran melaporkan ledakan di wilayah selatan dan sejumlah warga yang terluka, termasuk tamu pesta pernikahan di Kabupaten Sirik. Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan empat proyektil menghantam Kabupaten Chabahar dan Konarak, meski tidak jelas apakah ada kerusakan serius.

Presiden AS Donald Trump menyatakan serangan tersebut sebagai respons atas upaya Iran yang menurutnya termasuk pemasangan ranjau laut di Selat Hormuz dan peluncuran delapan rudal ke pangkalan militer AS di Yordania. Trump mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat dan memperingatkan akan memberikan respons yang lebih keras jika Iran menyerang kembali. Komando Pusat AS (CENTCOM) mendukung klaim ini, menyatakan serangan dilakukan setelah upaya serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran terhadap kapal komersial dan personel militer AS.

Sementara itu, Juru bicara Garda Revolusi Iran, Hossein Mohebi, memperingatkan AS akan menyesali serangan terbaru. Media milik Iran, Tasnim, melaporkan bahwa operasi militer Iran telah dimulai sebagai respons, dengan sasaran rudal dan drone melawan basis dan kepentingan AS di kawasan. Insiden ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait