AS Miliki Kurang dari 830 Rudal Patriot dan 280 THAAD, Lama Produksi?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

AS saat ini memiliki kurang dari 830 pencegat Patriot dan kurang dari 280 pencegat THAAD dalam inventarisnya, menurut laporan Council on Foreign Relations bertanggal 20 Agustus. Lebih dari 1.500 pencegat Patriot dan sekitar 40% dari 452 pencegat THAAD yang tersedia pada awal konflik dengan Iran telah digunakan. Laporan ini menyoroti keterbatasan kapasitas produksi yang ada, yang tidak dapat menutup celah inventaris dengan cepat karena proses manufaktur yang kompleks meliputi pembuatan komponen, perakitan, pengujian, dan penerimaan pemerintah. Selain itu, produksi juga harus mendukung permintaan dari sekutu dan mitra AS di luar negeri, yang menambah tekanan pada pasokan yang sudah terbatas. Kelangkaan ini terkonsentrasi pada senjata canggih seperti Patriot dan THAAD, bukan pada amunisi konvensional seperti mortir atau peluru artileri. Pentagon telah mengumumkan rencana untuk melipatgandakan kapasitas produksi Patriot dan meningkatkan kapasitas THAAD hingga empat kali lipat, dengan dukutan anggaran tambahan sebesar US$67,1 miliar untuk fiskal 2026, termasuk US$40 miliar khusus untuk ekspansi produksi. Namun, pendanaan tambahan tidak dapat menghilangkan waktu tunggu yang ada atau mengkualifikasi sumber baru untuk komponen kritis secara instan. Walaupun L3Harris telah menandatangani kesepakatan untuk ekspansi produksi propulsi THAAD selama tujuh tahun hingga akhir 2026, kesepakatan jangka panjang ini tetap menjadi rencana, bukan konfirmasi pencapaian kapasitas pabrik yang diinginkan.
Bagikan
Berita terkait
Eks Menag Yaqut Sebut Indonesia Tak Bisa Putuskan Sendiri Pembagian Kuota Haji
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 22.45
Ahli Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Sebut Penyidikan TPPU Harus Diawali Tindak Pidana Asal
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 22.45
Gubernur Kalbar Buka Suara soal Karhutla, Beri Imbauan ke Warga
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.42
Polda Jatim Batal Periksa 3 Influencer Terkait Arisan Bodong, Minta Dijadwalkan Ulang
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 22.35