AS Minggir Dulu, Ada Kabar Baik Selat Hormuz dari Iran-Oman dan Saudi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran telah membuka jalur komunikasi dengan Arab Saudi dan Oman mengenai masa depan Selat Hormuz, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi melakukan pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Oman Badr Al-Busaidi. Pembicaraan tersebut membahas perkembangan bilateral dan regional serta penekanan Teheran pada kerja sama untuk menjaga stabilitas dan menghilangkan ketidakamanan yang disebabkan oleh tindakan agresif Amerika Serikat. Oman, dengan dukungan negara-negara Teluk, mengajukan skema biaya sukarela untuk kapal yang melintas, meniru model yang diterapkan di Selat Malaka. Perkembangan ini terjadi setelah ketegangan antara AS dan Iran mereda, yang mendorong penguatan pasar saham global dan penurunan harga minyak. Namun, insiden keamanan terus terjadi: Arab Saudi mencegat drone yang diduga diluncurkan oleh milisi yang didukung Iran, kelompok Houthi mengklaim telah menyerang fasilitas minyak Saudi, dan Yordania menembak jatuh drone yang memasuki wilayah udaranya. Militer AS melaporkan bahwa Iran meluncurkan empat rudal balistik yang berhasil dihalau, sementara Iran menyangkal telah melakukan negosiasi langsung dengan Washington.
Bagikan
Berita terkait
Tolak Tawaran Trump, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Selat Hormuz
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.00
Trump Tolak Tawaran, Iran Tunggu Jawaban Resmi AS Soal Selat Hormuz
kumparan · 27 September 2026 pukul 19.00
Trump Tolak Tawaran Damai dari Iran, Ubah Hormuz Jadi 'Selat Trump'
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 16.15
Trump Ingin Kobarkan Perang Lagi, Iran: Seluruh Kapal AS di Samudra Hindia Jadi Target
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 14.44