AS "Sekarat", Perang Iran Kosongkan Gudang Senjata Pentagon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik AS, terutama Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM), terkuras drastis setelah lima bulan perang melawan Iran. Menurut tiga sumber internal, Angkatan Darat AS telah menggunakan sebagian besar stok global rudal andalannya, dengan dua sumber menyatakan bahwa hampir seluruh persediaan ATACMS dan PrSM telah ditembakkan. Penggunaan intensif ini memaksa Presiden Donald Trump mempertimbangkan kembali serangan berskala besar karena harus lebih mengandalkan operasi pengeboman menggunakan pesawat berawak yang lebih berisiko. Meskipun demikian, Trump menegaskan bahwa AS masih memiliki amunisi lebih banyak daripada negara mana pun dan industri pertahanan sedang memproduksi rudal dalam jumlah rekor. Komando Pusat AS (CENTCOM) dapat mengisi ulang persediaan dari pangkalan di seluruh dunia, tetapi stok sistem pertahanan seperti Patriot (sekitar 65% digunakan) dan THAAD (penurunan setidaknya 38%) juga menipis. Tomahawk cruise missile global stock juga berkurang sekitar setengahnya. Konflik ini memicu perdebatan tentang kewenangan Trump untuk melanjutkan perang tanpa persetujuan Kongres.
Bagikan
Berita terkait
Qatar Peringatkan Efek Ngeri Perang Iran: Berapa Lama Lagi Ekonomi Dunia Sanggup Bertahan?
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 06.00
AS Hanya Incar Kemenangan Simbolis dalam Perang Iran
SINDOnews · 24 September 2026 pukul 01.10
Perang Iran Meluas, Trump Cari Jalan Keluar Lewat Negosiasi
Detik.com · 23 September 2026 pukul 16.17
Harga Minyak Turun 1% Usai Pasokan Arab Saudi Kembali Meningkat
kumparan · 23 September 2026 pukul 09.33