AS "Sekarat", Perang Iran Kosongkan Gudang Senjata Pentagon
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Persediaan rudal jarak jauh berpresisi tinggi milik AS, terutama Army Tactical Missile Systems (ATACMS) dan Precision Strike Missiles (PrSM), terkuras drastis setelah lima bulan perang melawan Iran. Menurut tiga sumber internal, Angkatan Darat AS telah menggunakan sebagian besar stok global rudal andalannya, dengan dua sumber menyatakan bahwa hampir seluruh persediaan ATACMS dan PrSM telah ditembakkan. Penggunaan intensif ini memaksa Presiden Donald Trump mempertimbangkan kembali serangan berskala besar karena harus lebih mengandalkan operasi pengeboman menggunakan pesawat berawak yang lebih berisiko. Meskipun demikian, Trump menegaskan bahwa AS masih memiliki amunisi lebih banyak daripada negara mana pun dan industri pertahanan sedang memproduksi rudal dalam jumlah rekor. Komando Pusat AS (CENTCOM) dapat mengisi ulang persediaan dari pangkalan di seluruh dunia, tetapi stok sistem pertahanan seperti Patriot (sekitar 65% digunakan) dan THAAD (penurunan setidaknya 38%) juga menipis. Tomahawk cruise missile global stock juga berkurang sekitar setengahnya. Konflik ini memicu perdebatan tentang kewenangan Trump untuk melanjutkan perang tanpa persetujuan Kongres.
Bagikan
Berita terkait
Ribuan Awak Kapal Induk AS Mulai Tumbang setelah 8 Bulan Perang Iran: Makanan Cuma Nasi dan Tortilla
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 05.46
Harga Bensin AS Tembus 4 Dolar per Galon di Tengah Perang Iran
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 07.30
Akibat Perang Iran, Irak Mulai Kehabisan Dana
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.23
Siapa Ahmad Vahidi? Panglima IRGC yang Dituding Mendalangi Pengeboman Pusat Yahudi di Argentina
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 01.10