AS siapkan sanksi ekonomi terberat dalam sejarah untuk Iran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan AS akan menjatuhkan sanksi ekonomi terberat dalam sejarah terhadap Iran, sebagai bagian dari isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia. Sanksi ini akan melibatkan sekutu AS dan bertujuan untuk membatasi kemampuan Iran dalam melakukan transaksi, termasuk transfer uang, pembelian minyak, dan penggunaan kapal laut. AS menekankan akan menindak keras negara atau pihak yang tetap bertransaksi dengan Iran. Bessent menyatakan bahwa sanksi ini bertujuan untuk menghancurkan perekonomian Iran, sehingga tidak dapat membiayai militernya dan mengalami inflasi yang signifikan. Sanksi ini juga diharapkan dapat menurunkan harga minyak lebih cepat dibandingkan dampak kemacetan di Selat Hormuz. Meskipun AS dan Iran telah menandatangani gencatan senjata pada April dan kesepakatan kerangka kerja pada 17 Juni, negosiasi terhenti akibat ketidaksepakatan mengenai jaminan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Kedua belah pihak juga baru-baru ini saling melancarkan serangan militer, dengan AS menyerang sasiran di Iran dan Iran membalas dengan menyerang fasilitas militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 19.24
AS Beberkan Rencana Isolasi Ekonomi Iran Pekan Depan, China Terancam Jadi Sasaran
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 06.40
AS Iran Panas Lagi! Trump Terapkan Sanksi Terkeras Sejarah ke Teheran
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 16.49
Trump Ancam Isolasi Ekonomi, Iran Sebut Kebijakan Gagal!
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 07.00
Iran Beri Izin Sejumlah Kapal Tanker Minyak Mentah Irak Melintasi Selat Hormuz
Berita terkait
Trump Disebut Tawarkan Keringanan Sanksi-Pencairan Aset Iran, Benarkah?
Detik.com · 29 September 2026 pukul 15.35
Mantan Diplomat AS Ini Sebut AS Bisa Mengalami Krisis Akibat Sanksi ke Iran
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 16.20
Iran Susun Tuntutan untuk Buka Selat Hormuz, Ada Syarat AS Harus Akhiri Perang
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.31
Antrean Warga Iran di Pom Bensin Imbas Sanksi Baru dari AS
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 06.10