Ini Alasan Iran Bikin Sayembara Bunuh Tentara AS Dapat Rp534 Juta dan Rp1 Miliar bagi Kontestan Perempuan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Angkatan Darat Iran, Mayor Jenderal Amir Hatami, mengumumkan program sayembara bagi warga negara yang berhasil membunuh atau menangkap personel militer Amerika Serikat (AS). Hadiah ditetapkan sebesar USD30.000 (sekitar Rp534 juta), dan dilipatgandakan menjadi USD60.000 (sekitar Rp1 miliar) bagi kontestan perempuan. Pengumuman disampaikan pada hari Minggu dan dilansir IRNA pada Senin (17/8/2026).
Alasan di balik kebijakan ini, menurut Hatami, adalah adanya "sejumlah besar permintaan" dari masyarakat untuk ikut berburu tentara AS. Namun, jenderal tersebut tidak menjelaskan batas waktu maupun lokasi spesifik di mana sayembara ini berlaku. Sejak dimulainya ketegangan militer AS-Iran di Timur Tengah, belum tercatat pengerahan pasukan darat AS di wilayah Iran, kecuali insiden jatuhnya seorang pilot jet tempur AS.
Insentif tambahan juga diberlakukan: senjata yang digunakan untuk membunuh tentara AS akan dibeli kembali dengan harga dua kali lipat, dan pelaku akan menerima senjata pengganti baru. Langkah ini mempertajam retorik konfrontasi antara kedua negara di tengah eskalasi keamanan regional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 04.06
AS Kirim Kapal Induk Lain ke Timur Tengah Usai Petaka Abraham Lincoln, Ada Apa?
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 10.08
Harga Minyak Kembali Naik, Harapan Damai AS-Iran Memudar
CNBC Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 19.30
Bocor! Iran Diam-diam Siapkan Perang Lebih Besar Lawan AS
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 10.28
Iran Umumkan Hadiah Rp 534 Juta untuk Bunuh atau Tangkap Tentara AS
Berita terkait
AS Mungkin Tinjau Lagi Kehadiran Militer di Timur Tengah Jika Terjadi Perdamaian dengan Iran
SINDOnews · 9 September 2026 pukul 07.15
AS Terpukul Iran, Diam-Diam Siapkan Tarik Pasukan dari Timteng
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 06.05
Pentagon Pertimbangkan Kurangi Pasukan di Timur Tengah
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.57
Iran Murka AS Gunakan Isu Selat Hormuz Sebagai Dalih Aksi Militer
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 11.30