Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Turun Tangan Selamatkan Yen Jepang, Ada Ancaman Besar Apa Mr Trump?

Jepang mengonfirmasi telah melakukan intervensi bersama Amerika Serikat untuk menopang nilai tukar yen yang melemah hingga level terendah dalam hampir 40 tahun. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menyatakan pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah lanjutan jika gejolak pasar valas kembali meningkat, dan terus menjaga koordinasi erat dengan Departemen Keuangan AS. Intervensi pembelian yen ini merupakan operasi bersama pertama sejak 1998, dilakukan setelah yen sempat melemah ke 163,73 per dolar AS sebelum menguat ke kisaran 157,57 per dolar. Presiden AS Donald Trump menyebut langkah ini sebagai bentuk persahabatan dan upaya menjaga stabilitas ekonomi global.

Analis menilai keterlibatan AS bukan semata membantu Jepang, melainkan melindungi pasar keuangan Amerika sendiri. Jepang adalah pemegang surat utang pemerintah AS terbesar di dunia, sehingga jika Tokyo menjual obligasi AS untuk intervensi sendirian, hal itu bisa mengguncang pasar obligasi dan menaikkan biaya pinjaman pemerintah AS. Untuk menghindari itu, Jepang akan memanfaatkan fasilitas FIMA Repo milik Federal Reserve agar memperoleh likuiditas dolar tanpa menjual obligasi AS. AS juga menilai yen terlalu murah yang memberi keuntungan kompetitif bagi ekspor Jepang, sehingga penguatan yen diharapkan mengurangi ketidakseimbangan dan memberi waktu bagi Bank of Japan menaikkan suku bunga bertahap.

Intervensi ini menandai babak baru hubungan ekonomi Washington-Tokyo dan mengirim sinyal geopolitik kepada China tentang eratnya kerja sama kedua negara. Namun, analis mengingatkan intervensi hanya efek sementara. Pelemahan yen tetap ditentukan fundamental ekonomi Jepang, terutama kebijakan moneter Bank of Japan dan imbal hasil obligasi yang masih ditekan rendah. Arah yen jangka panjang bergantung normalisasi kebijakan moneter, bukan aksi intervensi pemerintah semata.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait