Asbanda: Peran BPD harus Diperkuat sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mendorong penguatan peran Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah dan menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Dalam pernyataannya, Ketua Umum Asbanda Agus Haryoto Widodo menekankan pentingnya penciptaan level playing field agar BPD dapat bersaing secara adil sebagai bank penyalur dan mitra pemerintah, asalkan memenuhi standar teknologi, tata kelola, layanan, dan manajemen risiko yang ditetapkan. Asbanda tidak meminta proteksi, melainkan kesempatan yang setara untuk berkompetisi melalui kualitas layanan, kapabilitas digital, dan tata kelola yang baik. BPD dianggap memiliki peran krusial dalam membiayai kebutuhan ekonomi daerah, termasuk sektor UMKM, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, dan transportasi. Namun, struktur likuiditas BPD yang bergantung pada siklus fiskal daerah, Transfer Ke Daerah (TKD), dan APBD perlu diperhatikan dalam setiap perubahan kebijakan fiskal agar tidak mengganggu kestabilan sistem keuangan daerah.
Berdasarkan data hingga Juni 2026, 27 BPD di Indonesia menunjukkan kondisi fundamental yang sehat dengan pertumbuhan aset yang positif. Asbanda mendorong agar kebijakan penempatan dana pemerintah di BPD ditujukan untuk memperkuat sektor produktif dan prioritas seperti UMKM dan infrastruktur daerah. Mengingat peran BPD yang berbeda dari bank komersial, penyusunan kebijakan nasional perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap pembangunan daerah. Untuk meningkatkan daya saing, BPD sedang mempercepat transformasi digital dengan fokus pada penguatan keamanan siber, manajemen risiko, dan peningkatan porsi dana murah (CASA) dari masyarakat dan dunia usaha.
Dengan total aset yang sudah melebihi Rp1.000 triliun, Asbanda optimis BPD dapat "naik kelas" menjadi bank pembangunan daerah yang sehat, digital, dan kompetitif. Menurut Agus, sistem keuangan nasional yang kuat tidak hanya dibangun dari pusat, tetapi juga membutuhkan akar yang kuat di seluruh daerah, dan BPD adalah salah satu akar tersebut. Ketika BPD semakin kuat, manfaatnya tidak hanya terlihat pada BPD itu sendiri, tetapi juga pada daerah dan pada akhirnya bagi seluruh Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 14.20
ASBANDA: BPD Tak Minta Proteksi, Tapi Level Playing Field
ANTARA News · 21 Agustus 2026 pukul 14.17
Asbanda dorong kuatkan peran BPD jadi pilar pembangunan ekonomi daerah
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 00.13
Asbanda Dorong BPD Dapat Akses Setara di Berbagai Program Pemerintah
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 20.07
Jangan Biarkan Nganggur! Asbanda Dorong Dana Pemerintah di BPD jadi Multiplier Ekonomi
Berita terkait
Lintasarta Gandeng ASBANDA Perkuat Transformasi Digital Bank Daerah
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 17.40
Lintasarta dan Asbanda Dorong Akselerasi Digital BPD Berbasis AI
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.00
Aset Bank Daerah Tercatat Tembus Rp 1.043 Triliun
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.41
Asbanda dan Bank Bengkulu Gelar Seminar Nasional Bahas Penguatan Likuiditas BPD
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 14.15