Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

ASEAN Perlu Perkuat Penanganan Asap Karhutla Lintas Batas

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan kembali menyebar ke Malaysia dan Filipina, memicu kekhawatiran tentang dampak transboundary pollution. Para pengamat, termasuk Teuku Rezasyah, menekankan perlunya penguatan kerja sama ASEAN melalui ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang disahkan pada 2002. Meskipun telah ada kerangka kerja, koordinasi teknis dan kapasitas nasional masih perlu ditingkatkan agar respons terhadap polusi asap dapat dilakukan secara terpadu dan cepat.

Rezasyah menyarankan pelatihan dan pendidikan berkelanjutan bagi pemangku kepentingan di setiap negara ASEAN, dengan kurikulum standar internasional. Ia juga menekankan pentingnya menghindari ego sektoral dalam penanganan karhutla dan memastikan setiap negara bertanggung jawab atas dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas di wilayhyanya. Menurutnya, pemerintah Indonesia, termasuk pusat dan provinsi yang terdampak, harus mengambil langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa dan memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Balikpapan mencatat kenaikan kasus ISPA hingga 19,8 persen pada Agustus 2026 akibat kabut asap. Pemerintah daerah dan lembaga terkait telah mengambil langkah-langkah seperti pembagian masker gratis, pembatasan kegiatan luar ruangan, dan imbauan penggunaan masker kepada warga. BMKG memprediksi hujan lokal pada 3-4 September yang dapat membantu mereduksi kabut asap, sementara kualitas udara di beberapa wilayah seperti Serasan dan Wonotirto masih berada dalam kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait