Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, Kemenkes Siapkan AI untuk Bantu Baca Hasil MRI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Kesehatan RI mengembangkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu membaca hasil pemeriksaan medis, khususnya MRI, sebagai respons terhadap keterbatasan dokter spesialis di seluruh Indonesia. Kepala Pusdatin Kemenkes Eko Sulistijo menjelaskan bahwa modernisasi alat kesehatan tidak diikuti dengan ketersediaan dokter yang mampu menganalisis hasil pemeriksaan secara cepat. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam memberikan diagnosis dan penanganan kepada pasien.
Distribusi dokter spesialis di Indonesia masih belum merata, sehingga banyak fasilitas kesehatan di daerah terpencil kesulitan mendapatkan tenaga medis yang kompeten. Untuk mengatasi hal ini, Kemenkes berupaya memanfaatkan AI untuk membantu menganalisis hasil pemeriksaan berbasis gambar. Hasil pemeriksaan dari berbagai fasilitas kesehatan, terutama di tingkat primer, dapat dikumpulkan secara terpusat dan kemudian dibantu oleh sistem AI untuk memberikan interpretasi yang lebih cepat.
Penggunaan AI ini diharapkan dapat mempercepat proses pembacaan hasil pemeriksaan sehingga dokter dapat lebih fokus pada penyuluhan dan pengambilan keputusan klinis. Inisiatif ini disampaikan Eko dalam acara media briefing Philips Future Health Index 2026 Indonesia Report di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 23.10
CKG Jangkau 82 Juta Orang, Kasus Diabetes dan Hipertensi Paling Banyak
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 18.50
Studi Ungkap Sebagian Pasien Kanker Prostat Berpotensi Tak Perlu Biopsi
ANTARA News · 18 Agustus 2026 pukul 08.13
Kemenkes siagakan 9 HEOC, pastikan penanganan kesehatan pascagempa NTT
Berita terkait
Video: Kemenkes Menjaga RI, 99 Juta Orang Nikmati Cek Kesehatan Gratis
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 18.10
Peneliti Prasmul Kembangkan AI untuk Bantu Dokter Jantung
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.09
Wamenkes: Cek Kesehatan Gratis Sudah Jangkau 99,1 Juta Orang
kumparan · 30 September 2026 pukul 14.35
Kasus Influenza Merebak, Klaim Allianz Capai Rp13,8 Miliar
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 13.15