Atlet Tunarungu Galang Rp700 Juta, Kemenpora: APBN hanya untuk Organisasi Resmi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kemenpora memberikan klarifikasi terkait penggalangan dana sebesar Rp700 juta yang dilakukan oleh Perhimpunan Olahraga Tunarungu Indonesia (Porturin) untuk mendukung 24 atlet tuli mengikuti Asia Pacific Deaf Multi-Sport Championships 2026 di Penang, Malaysia, pada 3-10 Oktober 2026. Pemerintah menegaskan bahwa pendanaan dari APBN hanya dapat disalurkan kepada organisasi olahraga yang diakui secara resmi oleh federasi internasional masingkader cabang olahraga. Dalam kasus olahraga tunarungu, federasi internasional yang berwenang adalah International Committee of Sports for the Deaf (ICSD), dan organisasi resmi yang diakui di Indonesia adalah Indonesian Association of the Deaf Athlete (Patrin), bukan Porturin. Hal ini menjadi kendala administratif dalam penyaluran bantuan langsung dari negara kepada Porturin. Kemenpora menyayangkan narasi yang berkembang di masyarakat terkait kurangnya dukungan pemerintah dan berharap semua pihak tetap mendukung pengembangan olahraga nasional, khususnya pembinaan atlet disabilitas, tanpa mengabaikan aturan hukum yang berlaku. Ke depan, Kemenpora berkomitmen untuk memperkuat tata kelola olahraga disabilitas melalui koordinasi dengan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dan akan melakukan evaluasi objektif sesuai dengan anggaran dasar ICSD dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bagikan
Berita terkait
Polisi Selidiki Kasus WNA Mabuk Diduga Pukul Pemotor di Mengwi, Bali
kumparan · 2 September 2026 pukul 21.39
12 Fitur Google Maps yang Jarang Diketahui untuk Industri Wisata
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 21.39
Alasan Tisya Amallya Putri dan Arsela Nuari Tak Masuk Skuad Asian Games 2026
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 21.39
KPK: Tata Kelola Pemerintahan di NTB Rentan Korupsi
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 21.37