Aturan Baru! Purbaya Rombak Prosedur Pemeriksaan Angkutan Impor-Ekspor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Keuangan menerbitkan PMK Nomor 51 Tahun 2026 yang menggantikan aturan angkut terus dan angkut lanjut barang impor-ekspor sejak 2019. Aturan ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 15 Juli 2026 dan berlaku 30 hari sejak diundangkan 31 Juli 2026. Tujuannya meningkatkan pelayanan dan pengawasan kepabeanan serta mengamankan hak negara.
Beberapa tenggat pelayanan dipangkas. Persetujuan pembongkaran atau pemuatan di luar kawasan pabean kini 1 hari kerja, dari sebelumnya 2 hari. Keputusan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) via Sistem Komputer Pelayanan harus keluar dalam 3 jam kerja, sebelumnya tidak diatur. Aturan baru juga memungkinkan pengangkutan via kereta api, jalur khusus suku cadang impor untuk perbaikan kapal atau pesawat, serta pemeriksaan fisik barang selektif berbasis manajemen risiko dengan opsi scanner.
Pengawasan kepatutan diperketat: barang yang tidak sampai tujuan atau tidak lengkap menjadi dasar penilaian kepatuhan perusahaan pengangkut. Jenis jaminan diatur lebih rinci, meliputi tunai, bank, asuransi, dan lembaga penjamin. Ketentuan tetap membuka ruang bagi perjanjian internasional yang telah diratifikasi, termasuk kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Bagikan
Berita terkait
BI Masih Cetak Uang Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo Masih
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 13.43
Alasan BI Cetak Ulang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
CNN Indonesia · 26 September 2026 pukul 06.10
Sebelum Purbaya Dicopot dari Menkeu, Disebut Sudah Ada Peringatan Soal Pajak
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 13.52
Setelah Berkali-kali Ditunda, Cukai Minuman Berpemanis Mulai Dipungut 2027 dengan Target Rp1,6 Triliun
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 13.23