Australia Temukan Kasus Pertama Flu Burung H5N1
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Australia mengonfirmasi kasus pertama flu burung H5N1 pada mamalia setelah virus ditemukan pada seekor anjing laut berbulu berhidung panjang (long-nosed fur seal) di Australia Selatan. Hewan tersebut ditemukan mati di Beachport, sekitar 310 km di selatan Adelaide. Otoritas lokal memastikan tidak ada tanda cedera pada bangkai dan kematian ini tidak berkaitan dengan kematian mamalia laut lain di wilayah tersebut. Australia telah menghadapi peningkatan kasus flu burung patogenik tinggi sejak deteksi pertama pada Juni 2026.
Menteri Pertanian Australia Julie Collins menyatakan bahwa begitu virus H5 menyebar di lingkungan alami, kerugian signifikan sulit untuk dihindari. Pada bulan ini juga, Australia melaporkan kematian massal pertama burung laut akibat virus tersebut, menandai eskalasi wabah yang dimulai dari burung laut migran hingga menyebar ke spesies lokal.
Hingga kini, virus belum ditemukan pada unggas atau sektor pertanian Australia. Pemerintah federal melaporkan 297 kasus terkonfirmasi di seluruh negeri. Lebih dari 13.000 anak anjing laut tewas akibat virus di Pulau Heard, wilayah sub-Antarktika di bawah administrasi Australia. Australia menjadi benua terakhir yang melaporkan kasus flu burung H5N1.
Bagikan
Berita terkait
Jadi Markas Kapal Selam AS, Tetangga Indonesia Ini Bisa Menjadi Target Serangan Nuklir China
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 07.24
Canberra Ikut Program Buyback Senjata Api setelah Serangan Pantai Bondi
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 08.56
Pria Australia Meninggal di Bali Setelah Diduga Diserang Sekelompok Orang
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 21.45
Australia Ketok Aturan yang Paksa Meta, Google, Dkk Bayar Perusahaan M
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 21.00