Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Canberra Ikut Program Buyback Senjata Api setelah Serangan Pantai Bondi

Australian Capital Territory (ACT) akan mengikuti program pembelian kembali senjata api (gun buyback) sebagai respons pemerintah terhadap serangan di Pantai Bondi, Sydney, pada 14 Desember 2025 yang menewaskan 15 orang. Perdana Menteri Anthony Albanese menyatakan bahwa pemerintah ACT telah menyepakati skema serupa dengan yang diterapkan di New South Wales (NSW), negara bagian pertama yang berkomitmen mengikuti program tersebut. Program buyback di NSW dijadwalkan dimulai pada 2 November 2026 dan diperkirakan dapat menarik hingga 274.000 senjata api dari peredaran. Sementara itu, ACT memiliki sekitar 23.000 senjata api dan lebih dari 7.000 pemegang lisensi senjata, meskipun pemerintah belum mengumumkan kapan program di wilayah tersebut akan dimulai. Kebijapan federal Australia yang disetujui pada Januari 2026 mencakup aturan mengenai program pembelian kembali senjata api, pengetatan pemeriksaan lisensi, dan langkah pemberantasan kebencian. Senjata yang digunakan dalam serangan Pantai Bondi diperoleh secara legal, dan salah satu dari dua tersangka yang diduga terinspirasi kelompok ISIS tewas dalam insiden tersebut, sementara tersangka lainnya masih menjalani proses hukum dengan 15 dakwaan pembunuhan. Program buyback ini akan menjadi yang terbesar di Australia sejak pelaksanaan serupa setelah penembakan massal di Port Arthur, Tasmania, pada 1996 yang menewaskan 35 orang. Pemerintah mencatat jumlah senjata api di Australia mencapai 4,1 juta unit pada tahun lalu.

Berita terkait