Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Awalnya Berjanji B to B, Pakar Pertanyakan Pengalihan Beban Utang Whoosh ke APBN

Ekonom Achmad Nur Hidayat mengkritik pemerintah terburu-buru mengambil alih proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Ia menyarankan audit dulu untuk menuntut pertanggungjawaban siapa pun yang menginisiasi, memutuskan, menjalankan, hingga meresmikan proyek tersebut. Masalah utama Whoosh bukan sekadar kemampuan negara membayar Rp1 triliun per tahun, melainkan kontradiksi antara janji awal berkonsep business to business (B to B) dan kini beban utang malah jatuh ke APBN. Saat keputusan pembangunan diambil pada 2015, proyek dijanjikan tidak menggunakan APBN dan tidak akan dijamin pemerintah. Kini, pemerintah harus menelaah audit dan menilai kepatuhan pada janji B to B sebelum memutuskan mengambil alih beban utang.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait