Awas Penurunan Daya Ingat, Ahli Saraf Beberkan 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Otak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para ahli saraf dan terapis kesehatan mental menegaskan bahwa penurunan daya ingat dan fungsi kognitif tidak selalu disebabkan oleh penuaan atau penyakit degeneratif. Beberapa kebiasaan sehari-hari yang terlihat sepele justru dapat merusak jaringan saraf dan mempercepat penyusutan otak. Tekanan stres oksidatif dan kurangnya nutrisi yang ditimbulkan pola hidup modern menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai.
Berdasarkan analisis para pakar medis, tujuh kebiasaan harian perlu dihindari untuk melindungi kesehatan otak. Di antaranya adalah konsumsi makanan tinggi gula tambahan, minuman berpemanis, dan makanan olahan yang menyebabkan peradangan pada sel otak. Selain itu, kebiasaan duduk berjam-jam tanpa bergerak juga berpotensi memicu penyusutan volume otak dan meningkatkan risiko demensia. Para ahli menekankan pentingnya detoks digital, rutin berolahraga, dan asupan gizi seimbang sebagai langkah pencegahan.
Studi menunjukkan bahwa olahraga rekreasi dapat mengurangi risiko demensia hingga 24%, sementara pekerjaan fisik berat justru tidak memberikan manfaat yang sama. Penelitian University College London (UCL) juga mengaitkan kesulitan finansial sejak masa kecil dengan penurunan kognitif di masa depan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merilis panduan pencegahan demensia secara alami melalui pola hidup sehat dan penanganan yang tepat.
Bagikan
Berita terkait
Kebiasaan Kurang Bergerak Bisa Picu Risiko Demensia
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 22.46
Olahraga Rekreasi Turunkan Risiko Demensia, Kerja Fisik Berat Justru Pemicu Pikun
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 09.51
Sering Makan Manis di Usia 50-an? Awas Risiko Demensia Naik hingga 43 Persen
Media Indonesia · 2 September 2026 pukul 23.21
Ingin Ingatan Tetap Tajam? Lakukan 7 Kebiasaan Ini
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.06