Babak Baru Perang Saudara Tetangga RI, Pemberontakan di Ujung Tanduk
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Myanmar meluncurkan taktik perang baru dan serangan intensif yang berhasil memukul mundur kelompok pemberontak di wilayah Bago tengah dan Dawei selatan. Eskalasi ini didukung oleh wajib militer besar-besaran serta bantuan dari China. Perang saudara yang dipicu kudeta Februari 2021 telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, mengusir jutaan warga, dan menghancurkan perekonomian, dengan peningkatan serangan militer terhadap warga sipil.
Keberhasilan militer membuka jendela negosiasi langka setelah lima tahun pertempuran, mendorong tekanan regional dari Thailand dan Filipina untuk diplomasi. Dewan Pengarah Munculnya Persatuan Demokratik Federal (SCEF), koalisi kelompok bersenjata etnis, menyatakan komitmen untuk penyelesaian politik setelah pertemuan dengan menteri luar negeri negara ASEAN. Namun, militer belum menerima SCEF sebagai mitra resmi, dan pemerintah junta lebih memilih dialog bilateral.
Proses perdamaian masih dianggap panjang oleh analis, karena diperlukan konsensi dari semua pihak. Dialogue mungkin dimulai dengan pembicaraan awal, tetapi tuntutan SCEF untuk supremasi sipil dan penghentian serangan terhadap warga sipil menjadi hambatan utama.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.54
Thailand Sambut Kunjungan Pemimpin Junta Myanmar, Aktivis HAM Protes
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 17.18
Aung San Suu Kyi Bertemu ICRC, Myanmar Disebut 'Dekati' ASEAN
Berita terkait
Tetangga RI Diguncang Perang Saudara, Militer Vs Sipil-100.000 Tewas
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 13.45
Panas Perang Saudara Tetangga RI, Militer Bunuh Sipil-100.000 Tewas
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 06.05
Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 21.30
Prabowo-PM Thailand Dorong Penyelesaian Konflik Myanmar
Liputan6.com · 4 Agustus 2026 pukul 05.16