Badan Geologi ESDM Beberkan Sebab Erupsi Gunung Anak Krakatau Berulang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Geologi ESDM melaporkan erupsi ulang Gunung Anak Krakatau yang mulai aktif Juli 2026, dengan aktivitas tertinggi pada 5 September 2026. Erupsi terus berlangsian dengan peningkatan aktivitas dibanding periode sebelumnya. Penyebab erupsi adalah suplai magma dan gas dalam tubuh gunung yang masih berlangsung, sehinggasang mungkin terjadi erupsi yang lebih besar. Bahaya utama meliputi lontaran material pijar, batuan vulkanik, abu vulkanik, gas vulkanik berkonsentrasi tinggi, dan kemungkinan aliran material di sekitar kawah. Aktivitas berpotensi meningkat dari gempa frekuensi rendah, hybrid, harmonik, serta tremor yang menunjukkan pergerakan fluida vulkanik. Hasil pemantauan menunjukkan erupsi berikutnya tidak dapat dipastikan secara tepat, sehingga evaluasi berkelanjutan diperlukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.55
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.35
5 Bandara Tutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
JawaPos · 6 September 2026 pukul 12.00
Sangat Berbahaya, Pengamat Beberkan Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Pesawat
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 11.44
8 Cara Melindungi Diri dari Bahaya Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 11.10
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Depok dan Bogor, Warga Keluhkan Debu di Rumah Hingga Kendaraan
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 11.00
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai Jabodetabek, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 10.48
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Sukabumi, Warga Sebut Lantai Terasa Kasar
kumparan · 6 September 2026 pukul 09.25