Erupsi Gunung Anak Krakatau, BMKG: Tidak ada anomali muka air laut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tidak ada anomali muka air laut setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Dari 20 sensor tsunami gauge di Selat Sunda, semua menunjukkan tidak ada ancaman tsunami dengan probabilitas di bawah 40 persen dan tinggi gelombang sekitar satu meter. Namun, terdeteksi gangguan geomagnetik dan petir vulkanik di Lampung Selatan dan Serang dengan intensitas lebih ringan dibanding letusan awal. BMKG mengoptimalkan pemantauan 24 jam penuh menggunakan HF Radar Array dan koordinasi dengan PVMBG untuk data presisi. Masyarakat di pesisir Selat Sunda dinilai harus meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.55
Erupsi Gunung Anak Krakatau Dipastikan Tak Picu Tsunami Seperti 2018
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 12.35
5 Bandara Tutup Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 11.20
Anak Krakatau Erupsi, BMKG: Potensi Tsunami Belum Terdeteksi
kumparan · 6 September 2026 pukul 09.25
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Sukabumi, Warga Sebut Lantai Terasa Kasar
Berita terkait
CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Usai Kena Lontaran Material Erupsi
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 10.58
Kepala BMKG Ungkap Erupsi Anak Krakatau Jenis Strombolian, Ini Penjelasannya
Detik.com · 6 September 2026 pukul 12.52
Sangat Berbahaya, Pengamat Beberkan Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Bagi Pesawat
JawaPos · 6 September 2026 pukul 12.00
Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau
Detik.com · 6 September 2026 pukul 11.52