Bagaimana Afasia Mengasingkan Penyintas Pascastrok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Tim penelitian CAEF di Manado dan Gorontalo merancang aplikasi web untuk penderita strok dan caregiver. Strok mengakibatkan afasia pada 30-40% pasien, yaitu gangguan kemampuan berbicara yang tidak mengurangi kecerdasan. Penderita afasia sering diabaikan karena gejala strok lain seperti kelumpuhan lebih mudah dilihat. Di Indonesia, strok menyebabkan 350.000 kematian per tahun dengan disabilitas jangka panjang pada separuh penderita. Afasia memengaruhi identitas sosial, terutama bagi laki-laki dalam masyarakat patriarkal yang diharapkan komunikatif. Penyintas afasia butuh dukungan keluarga yang sabar, memberi waktu, dan menggunakan metode komunikasi alternatif seperti gestur. Afasia bukan hanya gangguan lisan, melainkan tantangan mempertahankan identitas melalui cara berkomunikasi yang berbeda.
Bagikan
Berita terkait
Hentikan 5 Kebiasaan Selepas Jam 5 Sore Ini untuk Mengurangi Risiko Stroke
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 15.05
Keterlambatan Penanganan Stroke Terjadi Sebelum Pasien Tiba di Rumah Sakit
JPNN.com · 3 September 2026 pukul 15.19
Aida Zaskia Ungkap Perjuangan Lawan Kanker Stadium 3, Sempat Stroke hingga Kritis
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 10.32
3 Kebiasaan Sehari-hari yang Meningkatkan Risiko Stroke
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 21.11