Bagaimana Otak Mengatur Gaya Komunikasi Seorang Pejabat?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada Senin, 14 September 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendapat kabar pencopotannya lewat telepon saat sedang memimpin rapat di Gedung DPD, lalu digantikan oleh Suahasil Nazara. Gaya komunikasinya yang selama ini terbilang tidak baku justru berubah menjadi sangat terkendali di momen kritis tersebut. Hal ini menjadi ilustrasi untuk mendiskusikan bagaimana otak mengatur gaya bicara seorang pejabat. Menurut neurosains, korteks prefrontal berperan sebagai "rem" yang menyaring kata dan menahan impuls saat berbicara di publik. Namun kapasitas ini melemah saat lelah, tertekan waktu, atau menghadapi ancaman bagi reputasi dan jabatan. Amigdala, pusat deteksi ancaman, bisa "mengambil alih" kendali otak saat seseorang merasa terpojok, menyebabkan respons menjadi cepat tetapi kurang tersaring. Konsep ini dikenal sebagai amygdala hijack, yang sering menjelaskan ledakan emosi pejabat di depan publik.
Bagikan
Berita terkait
Lari Lambat 10 Menit Cukup untuk Pacu Fungsi Otak dan Suasana Hati
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 09.29
Sering Terbangun Malam Hari? Dokter Peringatkan Adanya Sinyal Gejala Dini Alzheimer
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 08.08
Misteri Persepsi Warna Manusia Terkuak, Alam Menjelaskan Alasan Kita Melihat Empat Warna Murni
Media Indonesia · 3 September 2026 pukul 12.45
Menguak Kepribadian Psikopat, Pakar Jelaskan Bedanya dengan Karakter Biasa
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 11.45