Lari Lambat 10 Menit Cukup untuk Pacu Fungsi Otak dan Suasana Hati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Studi neurosains terbaru dari Universitas Tsukuba, Jepang, mengungkapkan bahwa lari lambat (slow running) selama 10 menit sudah cukup untuk memicu pemulihan kognitif dan merangsang perasaan bahagia. Penelitian ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Imaging Neuroscience, menggunakan alat pemindai fNIRS dan akselerometer untuk memetakan dampak stimulasi gerak ringan pada area vital otak manusia. Para peneliti menyimpulkan bahwa sesi latihan aerobik berdurasi panjang tidak diperlukan untuk menjaga kebugaan otak; jalan cepat atau lari santai selama 10 menit sehari pun sudah memadai untuk menjaga fokus kognitif harian.
Studi terkait lainnya juga menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk kesehatan otak. University College London (UCL) menemukan bahwa kesulitan finansial sejak masa kecil dapat menyebabkan penurunan kognitif dan penyusutan otak di masa depan. Selain itu, neuroplastisitas otak dapat memperbaiki kerusakan akibat gaya hidup buruk, bahkan pada usia paruh baya. Dokter spesialis saraf dan bedah saraf menekankan pentingnya pola hidup sehat, deteksi dini, dan kualitas hidup dalam pencegahan serta penanganan kondisi seperti tumor otak.
Faktor-faktor seperti emotional eating, stres, dan kebiasaan harian yang tidak sehat juga berpotensi merusak fungsi otak. Suasana hati negatif dapat menurunkan konsentrasi dan meningkatkan risiko kesalahan di tempat kerja. Untuk ibu menyusui, stres dapat memengaruhi produksi ASI, sehingga peran dukungan dari ayah sangat penting untuk menjaga kesejahteraan keluarga.
Bagikan
Berita terkait
Sering Terbangun Malam Hari? Dokter Peringatkan Adanya Sinyal Gejala Dini Alzheimer
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 08.08
Sang Weekend Warriors, Atlet Dadakan di Akhir Pekan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 21.26
Awas Penurunan Daya Ingat, Ahli Saraf Beberkan 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Otak
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 20.30
Latihan Power di Usia 50-an Cegah Risiko Jatuh di Masa Tua
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 13.08