Bagaimana Perubahan Iklim Perparah Longsoran Gunung di Nepal
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana longsoran gunung dan banjir bandang di Nepal dan Tibet pada 26 Agustus 2026 menyebabkan hampir 1.400 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang hilang. Peristiwa langka ini dipicu oleh runtuhnya material batu dan es sebesar 110 juta meter kubik dari Langtang Lirung yang bergerak cepat hingga 170 km/jam, menghancurkan wilayah hilir dalam waktu singkat.
Para ahli menyimpulkan bencana ini terjadi akibat kombinasi faktor kompleks yang diperparah perubahan iklim. Kenaikan suhu ekstrem menyebabkan penyusutan gletser drastis dan pencairan permafrost, sehingga lereng gunung menjadi tidak stabil. Selain itu, dampak gempa bumi tahun 2015 dan curah salju tinggi pada Oktober 2025 turut melemahkan struktur batuan. Sistem peringatan dini setempat tidak mampu mendeteksi kecepatan bencana ini, menekankan urgensi pengurangan emisi bahan bakar fosil untuk mencegah kejadian serupa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.45
Gunung Himalaya Mencair, Ahli Khawatir Banjir Nepal Cuma Permulaan
Berita terkait
Mengapa Banjir Bandang Nepal Bisa Terjadi Tanpa Hujan?
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.15
Tim Penyelamat Nepal Masih Berupaya Mencari Korban yang Selamat dari Banjir Bandang
VOI · 10 September 2026 pukul 07.20
Gletser Pegunungan Timbulkan Bahaya Tsunami dari Langit
Detik.com · 1 September 2026 pukul 16.29
Nepal Waspadai Banjir Susulan
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 07.58