Nepal Waspadai Banjir Susulan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di Nepal dan Tibet pada 26 Agustus 2026 menewaskan 750 orang dan menghilangkan ribuan korban lainnya. Bencana terpicu dari runtuhnya gletser dan lereng gunung di puncak Langtang Lirung, menghantam Sungai Lhende Khola dan Bhote Koshi dengan kecepatan 193 km/jam, memaksa permukaan sungai naik 9 meter dalam 30 menit. Pemerintah Nepal memperingatkan warga tentang banjir susulan, sementara tim penyelamat kesulitan mengakses korban akibat kerusakan infrastruktur dan kepadatan cuaca buruk. Ilmuwan menyatakan pemanasan iklim di pegunungan Himalaya yang menghangatkan gletser dan permafrost secara 5 kali lebih cepat daripada rata-rata global, memperparah keruntuhan lereng dan potensi bencana serupa di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 18.35
3.000 Orang Masih Hilang, Tim Pencarian Korban Banjir Nepal Terus Berjuang
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 10.34
Ancaman Banjir Susulan Mengintai Nepal dan Tibet
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 22.01
184 Turis Asing Dievakuasi Pasca-banjir Bandang Nepal
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 17.52
Pemerintah Nepal evakuasi 184 turis asing pasca banjir bandang
Berita terkait
Banjir Nepal dan Ancaman Perubahan Iklim di Himalaya
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 22.15
Gambaran Kronologi Banjir Nepal: Es Raksasa Jatuh Bikin "Gempa" M5,2
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 12.45
Ilmuwan: Banjir Dahsyat di Nepal Dipicu Proses Puluhan Tahun
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 15.00
Gletser Raksasa di Nepal Runtuh Bagaikan 'Dipotong Pisau'
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 11.00