Bahan Baku Berlimpah, Komponen Panel Surya RI Ternyata Masih Impor
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Investasi dan Hilirisasi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk komponen panel surya, seperti silika, timah, bauksit, dan tembaga, namun industri panel surya masih bergantung pada impor karena sebagian besar pabrik hanya melakukan perakitan. Saat ini, Indonesia mampu memproduksi 60% komponen panel surya dalam negeri, termasuk aluminium frame, kaca, EVA/POE, solar cell, dan junction box, tetapi komponen seperti ribbon dan silicon masih harus diimpor. Ketergantungan impor ini membuat struktur biaya produksi energi terbarukan sulit dikendalikan, sehingga harga jual listrik tenaga surya kurang kompetitif dibandingkan kemampuan beli PLN. Pemerintah mendorong percepatan hilirisasi komponen agar Indonesia dapat menciptakan nilai tambah dari kekayaan mineralnya sendiri dan menjadi produsen yang kompetitif.
Bagikan
Berita terkait
Bahlil Diangkat Jadi Menko, Geo Dipa Punya Harapan Baru Percepat Transisi Energi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.00
BKPM: Investasi Hijau Indonesia Tembus Rp 1.010 Triliun
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 13.15
Gubernur Mirza Dorong Lampung Jadi Pusat Pengembangan Bioetanol Nasional
Detik.com · 15 September 2026 pukul 12.12
PTBA Bidik Bisnis Baru Hilirisasi Batu Bara, Tak Cuma DME!
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 11.25