Jakarta · Sabtu, 19 September 2026Cari
WargaKonoha

Video: Dominasi Produksi EV ASEAN, RI Harus "Berani" Lakukan Ini

Di tengah dorongan pemerintah Indonesia mengembangkan ekosistem kendaran listrik berbasis nikel, sebagian besar electric vehicle (EV) yang masuk ke Indonesia masih berasal dari China dan menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate), bukan NMC (Nickel Manganese Cobalt Oxide). Menurut Agus Tjahajana Wirakusumah, Komisaris Independen PT Astra Otomart Tbk (AUTO), pengembangan teknologi baterai NMC dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi industri lokal Indonesia dalam persaingan pasar EV. Keunggulan energy density dan charging time pada baterai NMC dianggap mampu memperkuat posisi produksi EV domestik. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan dalam hal riset dan pengembangan teknologi EV. Untuk memanfaatkan potensi pasar yang diperkirakan akan terus berkembang di kawasan ASEAN, diperlukan penguatan ekosistem EV secara keseluruhan, termasuk industri komponen pendukung. Indonesia juga perlu bersaing secara langsung dengan negara seperti Vietnam yang telah memiliki kapasitas produksi EV yang cukup mapan. Dengan penguatan riset, pengembangan, dan ekosistem industri yang terintegrasi, diharapkan Indonesia dapat merebut porsi pasar yang signifikan di wilayah ini.

Berita terkait