Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bak NATO, Arab Saudi Luncurkan Aliansi Pertahanan Baru

Arab Saudi resmi meluncurkan koalisi pertahanan maritim multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden. Sebanyak 13 negara telah menyelesaikan prosedur bergabung secara resmi, sementara 15 negara menandatangani pernyataan bersama. Arab Saudi akan menyediakan komandan pertama, Pakistan diperkirakan menunjuk wakil komandan. Koalisi ini fokus pada pertukaran intelijen, latihan bersama, dan operasi maritim melindungi kapal komersial.

Peluncuran ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan dengan gerakan Houthi di Yaman. Awal bulan ini, Houthi melakukan serangan terkoordinasi menggunakan rudal balistik dan drone terhadap kamp militer pemerintah Yaman yang didukung Saudi, menewaskan setidaknya 30 tentara. Ketegangan memuncak sejak Juli 2026, ketika perselisihan penerbangan langsung Sanaa-Tehran merusak gencatan senjata, diikuti blokade laut Houthi terhadap Saudi.

Situasi ini kritis bagi Riyadh karena Laut Merah menjadi jalur ekspor minyak alternatif utama akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Saudi Aramco mengalihkan pengiriman minyak melalui pipa lintas negara ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, dengan volume mencapai lebih dari empat juta barel per hari sejak Juni, empat kali lipat dibandingkan tahun lalu. Lebih dari 75% ekspor Saudi berasal dari minyak dan produk minyak bumi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait