Bak NATO, Arab Saudi Luncurkan Aliansi Pertahanan Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Arab Saudi resmi meluncurkan koalisi pertahanan maritim multinasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden. Sebanyak 13 negara telah menyelesaikan prosedur bergabung secara resmi, sementara 15 negara menandatangani pernyataan bersama. Arab Saudi akan menyediakan komandan pertama, Pakistan diperkirakan menunjuk wakil komandan. Koalisi ini fokus pada pertukaran intelijen, latihan bersama, dan operasi maritim melindungi kapal komersial.
Peluncuran ini terjadi di tengah eskalasi ketegangan dengan gerakan Houthi di Yaman. Awal bulan ini, Houthi melakukan serangan terkoordinasi menggunakan rudal balistik dan drone terhadap kamp militer pemerintah Yaman yang didukung Saudi, menewaskan setidaknya 30 tentara. Ketegangan memuncak sejak Juli 2026, ketika perselisihan penerbangan langsung Sanaa-Tehran merusak gencatan senjata, diikuti blokade laut Houthi terhadap Saudi.
Situasi ini kritis bagi Riyadh karena Laut Merah menjadi jalur ekspor minyak alternatif utama akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Saudi Aramco mengalihkan pengiriman minyak melalui pipa lintas negara ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah, dengan volume mencapai lebih dari empat juta barel per hari sejak Juni, empat kali lipat dibandingkan tahun lalu. Lebih dari 75% ekspor Saudi berasal dari minyak dan produk minyak bumi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.11
Mampukah Aliansi Laut Merah Pimpinan Arab Saudi Menaklukkan Houthi dan Iran?
Berita terkait
Galang Aliansi Pertahanan Maritim untuk Bab al-Mandab, Arab Saudi Gelar Pertemuan Internasional
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 22.30
Turki Gabung Koalisi Pertahanan Maritim Pimpinan Arab Saudi di Laut Merah
SINDOnews · 13 Agustus 2026 pukul 18.31
Houthi Paksa 29 Kapal Tanker Arab Saudi Berbalik Arah, Terus Blokade Laut Merah
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 17.24
Kutuk Serangan Houthi, Erdogan Dukung Penuh Arab Saudi
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 12.39