Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nepal Minta Meta dan TikTok Hapus Video AI - Konten Hoaks soal Banjir Bandang

Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok untuk segera menghapus video buatan AI, rekaman lama yang disampaikan sebagai berita terbaru, gambar korban, QR code penipuan, serta informasi hoaks yang beredar setelah banjir bandang di Bhotekoshi pada 26 Agustus 2026. Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan antara pejabat Nepal dengan perwakilan kedua platform pada 28 Agustus. Pemerintah khawatir konten bermasalah menyesatkan masyarakat, menghambat penanganan bencana, dan memperdalam trauma keluarga korban. Selain itu, QR code palsu digunakan untuk mengumpulkan sumbangan ilegal yang seharusnya ditujukan untuk para korban.

Pemerintah juga mendesak kedua platform untuk mempercepat proses moderasi konten, karena saat ini butuh waktu 24 hingga 48 jam untuk menghapus laporan yang diterima. Jeda ini memungkinkan gambar korban dan informasi palsu tersebar luas sebelum dihapus. Pemerintah meminta algoritma kedua platform lebih proaktif mendeteksi dan memblokir konten grafis serta informasi palsu sejak awal diunggah. Untuk koordinasi teknis, Meta dan TikTok telah menunjuk perwakilan di Nepal agar pemerintah dapat melaporkan unggahan bermasalah secara langsung.

Untuk mengatasi situasi ini, pemerintah membentuk tim lintas lembaga yang melibatkan Kementerian Komunikasi dan Informasi, NTA, dan Kementerian Dalam Negeri. Tim ini bertugas memantau dan menangani konten berbahaya, sementara kepolisian Nepal mengidentifikasi dan dapat mengambil tindakan hukum terhadap pelaku penyebaran konten hoaks atau penipuan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait