Banjir Dahsyat Nepal-Tibet: Korban Tewas Tembus 1.000 Orang, 500 Pekerja Terjebak di Terowongan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang di Nepal dan Tibet pada 26 Agustus 2026 menyebabkan lebih dari 1.000 korban tewas dan 3.916 hilang. Bencana terjadi ketika gletser runtuh di Himalaya, membawa batuan, es, dan air lelehan ke lembah, memicu banjir dahsyat. Nepal menyaksikan 987 korban tewas dengan 3.916 hilang, sementara China mencatat 16 meninggal dan 546 hilang. Hingga saat ini, 11.814 orang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter dan pesawat karena jalan serta jembatan hancur akibat banjir dan tanah longsor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 13.20
Lebih dari 4.000 Orang Belum Ditemukan Usai Banjir Bandang Nepal
Media Indonesia · 31 Agustus 2026 pukul 12.58
Korban Tewas Akibat Banjir Bandang Nepal Menjadi 903 Orang, 4.247 Hilang
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 07.40
Nepal Masih Cari 933 Orang Yang Terperangkap Banjir di Terowongan PLTA
Detik.com · 1 September 2026 pukul 05.31
Analisis Data 2.500 Bangunan Hancur Imbas Banjir Bandang di Lembah Nepal
Berita terkait
Nepal Waswas Banjir Dahsyat Lagi, Korban Tewas Tembus 800 Orang, 3.000 Lebih Masih Hilang
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 11.45
3.000 Orang Masih Hilang, Tim Pencarian Korban Banjir Nepal Terus Berjuang
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 18.35
Ancaman Banjir Susulan Mengintai Nepal dan Tibet
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 10.34
Korban Tewas Capai 682 Orang, Nepal-Tibet Masih Dihantui Banjir Besar
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 07.00