Ancaman Banjir Susulan Mengintai Nepal dan Tibet
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Nepal memperingatkan ancaman banjir susulan di sejumlah wilayah termasuk Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Chitwan, setelah debit air Sungai Bhotekoshi di Rasuwa meningkat signifikan. Peringatan dikeluarkan oleh Otoritas Manajemen dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMA) pada Minggu pagi. Bencana ini dipicu oleh runtuhnya gletser di perbatasan Nepal dan Tiongkok sejak Rabu, yang menyebabkan gelombang air bertekanan tinggi dan longsor lumpur. Hujan deras yang berkelanjutan memperparah kondisi, dengan Departemen Hidrologi dan Meteorologi Nepal mengeluarkan peringatan cuaca kuning hingga Senin. Data resmi mencatat korban tewas mencapai 289 orang, sementara hampir 3.000 orang dilaporkan hilang, dengan 691 jenazah berhasil dievakuasi. Di wilayah Tibet, 546 orang dinyatakan hilang, termasuk 261 warga asing dari 23 negara, di antaranya 15 warga Inggris. Otoritas Nepal juga melaporkan 33 warga Inggris hilang saat melintasi perbatasan ke Tibet. Laporan gabungan melibatkan berbagai instansi keamanan dan kehumasan untuk mengumpulkan data korban.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 13.21
Danau Lumpur Terancam Meluap, Nepal-China Ingatkan Risiko Banjir Susulan
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 07.00
Korban Tewas Capai 682 Orang, Nepal-Tibet Masih Dihantui Banjir Besar
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 22.01
184 Turis Asing Dievakuasi Pasca-banjir Bandang Nepal
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 21.45
Duka Nepal dan Tibet, Korban Banjir Bandang Sentuh 633 Jiwa
Berita terkait
Tim SAR Berpacu Waktu Cari 3.000 Korban Hilang Bencana Banjir Bandang Nepal-Tibet
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 06.16
Korban Tewas Banjir Nepal Capai 633 Orang, 3.000 Lebih Hilang
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 04.59
Ribuan Korban Hilang akibat Banjir Bandang Nepal, Rumah Sakit Kathmandu Disesaki Keluarga Korban
Media Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 04.02
Banjir Bandang Nepal: 184 Turis Asing Dievakuasi, 420 Orang masih Hilang
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 21.44