Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bantuan Terus Mengalir untuk Korban Gempa NTT

Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8), menyebabkan banyak bangunan rusak dan ribuan warga mengungsi. Pemerintah mengirimkan bantuan terdiri dari 50.000 paket sembako Presiden Prabowo Subianto, dengan 4.925 paket sudah didistribusikan pada Minggu (16/8). Paket sembako berisi beras 2,5 kg, margarin 200 gram, gula 1 kg, dan sarden 425 gram. Di Kabupaten Manggarai, sekitar 4.000 warga terdampat mengungsi. Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan dukungan indikatif senilai Rp 13,21 miliar, termasuk logistik, makanan, dan santunan bagi korban. Hingga Senin (17/8), realisasi logistik mencapai Rp 5,44 miliar. Kemensos juga menambah 48 ton beras reguler senilai Rp 672 juta dan 2.500 paket sembako senilai Rp 750 juta. Untuk pengungsi, disediakan 250 selimut untuk Kabupaten Ngada senilai Rp 50 juta. Dapur umum didirikan di tiga wilayah (Manggarai, Sikka, Nagekeo) dengan rencana penambahan tiga titik lagi. Santunan bagi 54 korban meninggal (Rp 15 juta per orang) dan 199 korban luka (Rp 5 juta per orang) juga disiapkan. Kementerangan Dalam Negeri (Kemendagri) menyalurkan tali asih Rp 15 juta per korban meninggal di Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur. Mendagri Muhammad Tito Karnavian juga memberikan dua unit genset, 10 unit tempat tidur lapangan, dan Rp 200 juta untuk dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara. TNI Angkatan Darat mengirimkan logistik termasuk Starlink, toren air, dan peralatan pembersihan untuk mendukung proses pemulihan. Penanganan bencana ini melibatkan koordinasi erat antara BNPB, Kemensos, Kemendagri, TNI, dan pihak terkait lokal.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait