Baru Dibentuk 2 Bulan, Prabowo Sebut PT DSI Kelola Devisa US$14 Miliar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden RI Prabowo Subianto menjelaskan alasan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI) sebagai pintu tunggal pemrosesan ekspor tiga komoditas utama, yaitu batu bara, minyak kelapa sawit (CPO), dan ferro alloy. Tujuannya adalah memantau dan mencocokkan data ekspor secara akurat, mulai dari muatan kapal, jumlah tonase, laporan tertulis, hingga barang tiba di tujuan. Prabowo menekankan bahwa PT DSI tidak menguasai komoditas atau mengekspor mandiri, melainkan hanya memproses agar negara bisa mengawasi aliran barang. Langkah ini diharapkan memberi laporan lebih transparan dibandingkan data lapangan.
PT DSI resmi beroperasi pada 1 Juni 2026. Dalam 2 bulan 13 hari, perusahaan tersebut telah mengelola devisa hasil ekspor (DHE) senilai US$14 miliar. Prabowo menyatakan lebih dari 6.000 transaksi ekspor dari ketiga komoditas tersebut berhasil dimonitor. Ia menegaskan pencapaian ini menunjukkan efektivitas sistem pemantauan baru. Pernyataan disampaikan saat Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 06.25
Bersih-bersih BUMN Lewat Pengadilan Ad Hoc
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 16.41
Prabowo Ingin Ada Pengadilan Ad Hoc Kasus Korupsi BUMN, Ini Alasannya
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 16.30
Istana Luruskan Pernyataan Prabowo soal BUMN, Belum Sampai Bicara Amnesti
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
Istana soal Prabowo Mau Bentuk Pengadilan Ad Hoc: Semangat Benahi BUMN
Berita terkait
Prabowo Minta Suahasil Jaga APBN Tetap Kredibel
Detik.com · 30 September 2026 pukul 19.30
Rapat dengan Prabowo, Suahasil Bahas APBN 2027 hingga Peran Danantara
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.55
Prabowo Minta Menkeu dan Danantara Bagi Tugas Jaga Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 30 September 2026 pukul 18.31
Prabowo Panggil Airlangga, Suahasil hingga Rosan ke Istana, Ada Apa?
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 15.55